Gadis itu masih melongo melihat sekelilingnya. Sungguh berbeda dengan hayalannya selama ini. Rumah ini memang cukup besar untuk menampung keluarga puang(1)nya, namun tidak seperti yang dia dengar selama ini. Cerita yang beredar dikampungnya adalah betapa hebat dan besarnya rumah ini, sampai sulit membersihkannya kalau tidak ada pembantu.
"Ini kamarmu," tunjuk Tanta(2) Markomah pada sebuah ruangan kecil berukuran dua kali tiga meter persegi.
"Baik Tanta," jawab Siti Zubaidah patuh sambil melihat isi kamar yang hanya ada kasur beserta bantal terhampar dilantai.
"Mulai sekarang, jangang(3) memang ko(4) panggil ka(5) 'Tanta'. Panggil ka 'Nyonya Merry'," perintah Tanta Markomah dengan nada kasar.
"Kenapa ki(6) nda mau dipanggil Tanta, memang ki Tantaku?" tanya Siti Zubaidah heran.
"Pokok na dengar ma ko saja perintahku," balas si Nyonya sambil membalikkan badan meninggalkan Siti Zubaidah masih dalam kebingungan.
1)Puang = paman
2)Tanta = tante
3)Jangang = jangan (logat makassar yang biasa kelebihan g)
4)Ko = kau (singkatan yang biasa dipakai di Makassar)
5)Ka = saya
6)Ki = kita
7)Na = padahal